Headlines News :

Wikipedia

Hasil penelusuran

Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Text Widget

Label

Total Pageviews

Blog Archive

Top Stories

Pengikut

Home » » Makalah bom bunuh diri dalam pandangan islam

Makalah bom bunuh diri dalam pandangan islam

Written By Irfan Reyet on Sabtu, 17 November 2012 | 03.23


PEMBAHASAN

JIHAD DALAM PANDANGAN ISLAM
Dosen Pembimbing : Ahmad Gozali, SHI,MH.
                                                                                              

http://3.bp.blogspot.com/-CdTWpU7h85E/TforS48NCyI/AAAAAAAAACU/v6ycr95kvaM/s1600/logo+bsi.jpeg


Disusun Oleh :

Daud                    12xxxxxx
Dinar Purbasari    12121926
Muhamad Irfan    12122062
Habib Syawaludin  12xxxxxx

KELAS  12.2B.27   (403) MALAM


JURUSAN MANAJEMEN INFORMATIKA
AMIK BSI
BSD-SERPONG  2012
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadiratan Allah SWT. yang telah memberikan segala berkah dan rahmat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Makalah Agama Islam ini dengan tepat waktu. Makalah ini kami buat sebagai tindak lanjut yang telah kami lakukan mengenai “Jihad dalam pandangan Islam”, sekaligus sebagai salah satu pelengkap untuk nilai Ujian Akhir Semester ( UAS ) di Bina Sarana Informatika ( BSI ) semester 2 khususnya program Manajemen Informatika.
Penulis mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan Makalah Agama Islam ini. Ucapan terima kasih ini kami tujukan kepada :
1.      Bapak Ahmad Gozali, SHI.MH.  selaku dosen Agama Islam.
2.      Kedua orang tua penulis yang memberikan dukungan dalam bentuk moril dan materil dalam penulisan makalah ini.
3.      Rekan-rekan Managemen Informatika  khususnya kelas 12.2B.27 yang telah memberi dukungan kepada kami.
Penulis menyadari makalah ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan kemampuan. Untuk itu kritik dan saran konstruktif penulis terima demi perbaikan dimasa yang akan datang. Penulis berharap makalah ini bermanfaat bagi semua pihak pada umumnya dan bagi penulis khususnya. Amiiiiiiiiin.


Tangerang Selatan,  November  2012
          Penulis





DAFTAR ISI






















BAB I
PENDAHULUAN

1.        Latar Belakang
Jihad adalah kata yang sensitif dan kontroversial dalam Islam karena memiliki multimakna, multitafsir sekaligus multibentuk. Kajian terhadap jihad dari perspektif yang berbeda memiliki implikasi yang berbeda-beda terhadap makna jihad tersebut1. Demikian juga sebagai sebuah konsep, jihad memiliki makna ganda, digunakan dan disalahgunakan di sepanjang sejarah Islam. Jihad sering dipresepsikan dan diartikan secara sempit sebagai perang atau qital untuk menegakkan dan menyebarkan Islam kepada kaum kafir.
Dewasa ini jihad pun selalu dikaitkan dengan kekerasan dan terorisme sehingga jihad fi sabilillah, yang sebenarnya mengandung ajakan suci untuk menegakkan sesuatu yang ma‟ruf dan menolak yang munkar (amr ma‟ruf wa nahy anil munkar), belakangan ini distigmakan sebagai “bahasa terror” yang menakutkan. Hal ini menjadi kontraproduktif dengan Islam yang selalu mendeklarasikan diri sebagai Rahmata li al-„Alamiin. Dan Islam yang mengakui doktrin jihad pun menjadi identik dengan ajaran kekerasan.
Berdasarkan fakta yang ada, tokoh pelaku aksi-aksi tersebut diidentifikasi adalah seorang Muslim dan mereka melakukan hal tersebut dengan berdalih menegakkan amar ma‟ruf nahi munkar dan untuk meninggikan kalimah Allah. Mereka juga mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan wujud dari jihad di jalan Allah yang akan memperoleh janji masuk surga, sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Al-Qur‟an:
$pkšr'¯»tƒ z`ƒÏ%©!$# (#þqãZtB#uä bÎ) (#rçŽÝÇZs? ©!$# öNä.÷ŽÝÇZtƒ ôMÎm6s[ãƒur ö/ä3tB#yø%r& ÇÐÈ  
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
Dan firman Allah dalam Ayat yang lain;
* ¨bÎ) ©!$# 3uŽtIô©$# šÆÏB šúüÏZÏB÷sßJø9$# óOßg|¡àÿRr& Nçlm;ºuqøBr&ur  cr'Î/ ÞOßgs9 sp¨Yyfø9$# 4 šcqè=ÏG»s)ムÎû
È@Î6y «!$# tbqè=çGø)uŠsù šcqè=tFø)ãƒur ( #´ôãur Ïmøn=tã $y)ym Îû Ïp1uöq­G9$# È@ÅgUM}$#ur Éb#uäöà)ø9$#ur 4 ô`tBur
 4nû÷rr& ¾ÍnÏôgyèÎ/ šÆÏB «!$# 4 (#rçŽÅ³ö6tFó$$sù ãNä3Ïèøu;Î/ Ï%©!$# Läê÷ètƒ$t/ ¾ÏmÎ/ 4 šÏ9ºsŒur uqèd ãöqxÿø9$#
 ÞOŠÏàyèø9$# ÇÊÊÊÈ  

”Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.”(Q.S. At-Taubah :111).

Pelaku aksi-aksi tersebut bukanlah orang yang tidak paham dengan ilmu-ilmu agama atau pun mereka yang tidak pernah mengamalkan ajaran agama, mereka bahkan orang-orang yang taat beragama yang ingin membela agama Allah. Mereka juga bermaksud memberikan perubahan pada kondisi umat dan mereka ingin mengorbankan jiwanya demi mendapatkan pahala syahid8.
Setelah mengetahui sekilas tentang latar belakang yang tertera diatas, kami kelampok IV mencoba untuk mengupas “ Jihad dalam pandangan Islam (Kasus bom bunuh diri)” yang merupakan pokok pembahasan dari mata kuliah kami Agama Islam dengan dosen pembimbing Bapak Ahmad Gozali, SHI.MH. dimana tugas ini sebagai pengganti UAS.

2.        Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini :
-       Mengetahui pengertian jihad dalam pandangan islam
-       Mengetahui tujuan jihad yang dianjur dalam islam
-       Mengetahui pengertian teroris
-       Mengetahui macam bentuk teroris yang terjadi saat ini
-       Memahami bahwa Islam adalah agama yang mengusung perdamaian

BAB II
PEMBAHASAN

  1. Pengertian Jihad
Jihad itu mengandung dua muatan makna, bahasa dan syariat. Makna jihad secara bahasa adalah kesulitan (masyaqah) (Fathul Bari Syarh Shakhih Bukhari dan Naylul Awthar), atau juga mempunyai arti kesungguhan (juhd), kemampuan menanggung beban (thaqah) dan kesulitan (masyaqah) (Kamus al Muhath). Jihad dalam aspek bahasa juga bermakna mencurahkan segala usaha atau tenaga untuk memperoleh tujuan tertentu (Al Jihad Walqital Fissiyasah Asy Syar’iyah).
Sementara pengertian jihad dalam konteks syar’i adalah mengerahkan segenap potensi untuk berperang di jalan Allah, baik secara langsung atau tidak langsung, misalnya melalui bantuan materi, sumbangsih pendapat, penyediaan logistik dan lain-lain (Raddul Mukhtar III). Dalam pengertian syar’i, jihad juga bermakna mengerahkan segenap kesungguhan dalam memerangi orang kafir (Fathul Bari Syarh Shakhih Bukhari).Walhasil, secara bahasa, jihad mencakup makna yang cukup luas, meliputi jihad melawan hawa nafsu, jihad ekonomi, jihad pendidikan, jihad politik, jihad pemikiran, jihad mencari ilmu dan lain-lain.
Sebaliknya, jihad menurut makna syariat, sebagaimana dibahas dalam literatur fiqh, selalu berkaitan dengan pembahasan tentang perang, penaklukan, ekspedisi militer di wilayah-wilayah Darul Harb (negara yang memusuhi Islam). Banyak sekali ayat-ayat Al Quran yang berbicara tentang jihad (perang). Namun demikian, dalam konteks jihad sesuai pengertian syar’i, ada dua jenis penjelasan, yaitu yang eksplisit (gamblang) dan implisit (tersirat). Yang eksplisit antara lain adalah firman Allah Subhanahu wata’ala:
(#qè=ÏG»s%ur Îû È@Î6y «!$# tûïÏ%©!$# óOä3tRqè=ÏG»s)ムŸwur (#ÿrßtG÷ès? 4 žcÎ) ©!$# Ÿw =ÅsムšúïÏtG÷èßJø9$# ÇÊÒÉÈ  
"dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas(Q.S. At-tubah. 111)

Jihad dalam bentuk perang di laksanakan jika terjadi fitnah yang menyebabkan eksistensi ummat ( antara lain berupa serangan-serang dari luar). Pada dasar kata arti jihad adalah” berjuang” atau ‘ber-usaha dengan keras”, namun bukan harus berarti “perang” dalam makna “fisik”. Jika sekarang jihat lebih sering diartikan sebagai “pejuang untuk agama”, sebab akan mudah dimanfaatkan dan rentan terhadap fitnah. Jika mengartikan jihad sebagai “pejuang membela agama”, maka lebih tepat bahwa jihad adalah : “pejuang menegakkan syariat islam”. Sehingga berjihad haruslah dilakukan setiap saat, 24 jam sehari, sepanjang tahun, seumur hidup. Jihad bisa berarti berjuang “ Menyampaikan atau menjelaskan kepada orang lain mengenai kebenaran Jihad bisa berarti berjuang "Menyampaikan atau menjelaskan kepada orang lain mengenai kebenaran Ilahi"

Tujuan jihad
Berikut beberapa pendapat ulama’ mengenai tujuan-tujuan jihad:
1.    Syaikhul islam ibnu taimiyah menyatakan:”maksud tujuan jihad adalah meninggikan kalimat allah dan menjadikan agama seluruhnya hanya untuk Allah SWT”.
2.     Syaikh Abdur Rohman bin Nashir Al sa’di menyatakan:”jihad ada dua jenis pertama jihad dengan tujuan untuk kebaikan dan perbaikan kaum mukminin dalam akidah, ahlaq, adab (perilaku), dan seluruh perkaraa dunia dan akhirat mereka serta pendidikan mereka baik ilmiah dan amaliah. Jenis ini adalah induk jihad dan tonggaknya serta menjadi dasar bagi jihad yang ke dua yaitu jihad dengan maksud menolak orang yang menyerang islam dan kaum muslimin dari kalangan orang kafir, munafiqin, mulhid, dan seluruh musuh-musuh agama dan menentang mereka”.
3.    Syaikh abdul aziz bin baaz menyatakan:”jihad terbagi menjadi dua yaitu jihad At tholab (menyerang) dan jihad Ad daf’u (bertahan). Maksud tujuan keduanya adalah menyampaikan agama allah dan mengajak orang mengikutinya, mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya islam dan meninggikan agama Allah di muka bumi serta menjadikan agama ini hanya untuk Allah semata

2.3  Pengertian Terorisme
Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan, seperti waktu pelaksanaannya yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta seringkali merupakan warga sipil. Istilah teroris oleh para ahli kontraterorisme dikatakan merujuk kepada para pelaku yang tidak tergabung dalam angkatan bersenjata yang dikenal, atau tidak menuruti peraturan angkatan bersenjata tersebut. Aksi terorisme juga mengandung makna bahwa serang-serangan teroris yang dilakukan tidak berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi. Akibat makna-makna negatif yang dikandung oleh perkataan "teroris" dan "terorisme", para teroris umumnya menyebut diri mereka sebagai separatis, pejuang pembebasan, pasukan perang salib, militan, mujahidin, dan lain-lain. Tetapi dalam pembenaran dimata terrorism : "Makna sebenarnya dari jihad, mujahidin adalah jauh dari tindakan terorisme yang menyerang penduduk sipil padahal tidak terlibat dalam perang". Padahal Terorisme sendiri sering tampak dengan mengatasnamakan agama.
Terorisme tidak bisa dikategorikan sebagai Jihad, Jihad dalam bentuk perang harus jelas pihak-pihak mana saja yang terlibat dalam peperangan, seperti halnya perang yang dilakukan Nabi Muhammad yang mewakili Madinah melawan Makkah dan sekutu-sekutunya. Alasan perang tersebut terutama dipicu oleh kezaliman kaum Quraisy yang melanggar hak hidup kaum Muslimin yang berada di Makkah (termasuk perampasan harta kekayaan kaum Muslimin serta pengusiran).
Perang yang mengatasnamakan penegakan Islam namun tidak mengikuti Sunnah Rasul tidak bisa disebut Jihad. Sunnah Rasul untuk penegakkan Islam bermula dari dakwah tanpa kekerasan, hijrah ke wilayah yang aman dan menerima dakwah Rasul, kemudian mengaktualisasikan suatu masyarakat Islami (Ummah) yang bertujuan menegakkan Kekuasaan Allah di muka bumi.

2.4  Macam bentuk teroris yang terjadi saat ini
Beberapa aksi kekerasan yang berdalih jihad dengan mengatas namakan agama, dewasa ini kerap terjadi. Seperti, Pembasmian tempat-tempat maksiat serta perlawanan terhadap kelompok lain dengan cara-cara kekerasan. Begitu juga dengan beberapa peledakan yang dibawa oleh orang atau mobil yang terjadi di beberapa tempat, diantaranya tragedi Bom Bali I di Kuta 12 Oktober 2002, peledakan bom bunuh diri di hotel JW. Marriott; Jakarta 5 Agustus 2003, peledakan di depan kedubes Australia 9 September 2004, disusul Bom Bali II, 01 Oktober 2005 dan beberapa peledakan bom yang terjadi sebelum itu, diantaranya
Bom Natal tahun 2000, Bom KFC Makassar Oktober 2001, dan Bom Mc Donald Makassar Desember 2002. Dan lainya diantaranya kejadian terbaru adalah kasus bom solo Thorik, sang teroris.
Text Box:  Thorik, sang teroris, Mau Kemana? Tidak Ada Jalan Pintas Ke Sorga ! JAKARTA-Kita terkejut, kali ini seorang terduga teroris yakni Muhammad Thorik,  mendadak menyerahkan diri ke polisi dan tidak jadi melakukan aksi bunuh diri.  Jihad garis keras yang disandangnya, telah dilepaskan.  Sang teroris itu melempar handuk,  dan diciduk. Ada apa gerangan?
Adalah Muhammad Thorik yang mengaku telah mempersiapkan dirinya sebagai eksekutor bom bunuh diri atau sebagai calon 'pengantin'. Rencananya, bom bunuh diri akan dilakukan pada hari ini, Senin (10/9/2012).  Ketika menyerahkan diri di Pos Polisi Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Thorik diketahui membawa satu pucuk senjata api. Selain itu, di pinggangnya melingkar serangkaian pemicu bahan peledak, bom. Bukan main. Thorik rupanya tak main-main. Namun kini mentalnya sudah mati angin. Namun kehendak dan imajinasinya untuk melakukan aksi bom bunuh diri,  demi masuk sorga melalui jalan pintas (shor cut to the heaven), dibatalkannya sendiri. Langkahnya perlu kita apresiasi sebab tindakan bom bunuh diri adalah keliru, irasional, bengis, sesat dan brutal lebih dari aksi para begal. 
Thorik merencanakan aksi terornya pada empat lokasi yaitu pertama, Markas Korps Brimob, Kelapa Dua Depok; kedua, Pos Polisi di Salemba, Jakarta Pusat; ketiga, Kantor Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri; dan menyerang komunitas Masyarakat Buddha terkait isu Rohingya di Myanmar.  Hal-hal yang membuat ketidak adilan warga Muslim di Rohingya.
Seperti diberitakan, Thorik yang meracik bom rakitan di kawasan Tambora, Jakarta Barat, akhirnya menyerahkan diri ke Pos Pol Jembatan Lima, Jakarta Barat, Minggu (9/9/2012) sore. Dia sudah jadi buronan dalam kasus meledaknya sebuah bom rakitan di Jalan Teratai 7, RT 02/04, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, pukul 14.30 WIB, pekan lalu. Di lokasi Thorik itu, aparat kepolisian  menemukan lembaran pembuatan racun, detonator, bahan-bahan kimia yang diduga black powder, belerang, sejumlah paku, dan lima buah pipa paralon yang berisi paku di kamar Thorik. Belum diketahui pasti tujuan Thorik memiliki bahan-bahan peledak ini.
 Percayalah, di bumi pertiwi ini, tidak ada jalan pintas ke sorga melalui jalan kekerasan, apalagi terorisme  yang pasti dilaknat Tuhan. Ijinkan saya berpesan sederhana: Thorik, Engkau masih muda, pertobatanmu akan disambut para bidadari, malaikat dan Tuhan Yang maha Tahu, kesanalah langkahmu hendaknya dituju. (berbagai sumber)

BNPT: Arti Jihad Bagus, Teroris Itu Haram 

Ilustrasi (Foto: okezone)JAKARTA - Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irfan Idris, meminta masyarakat untuk tidak mengaitkan arti terorisme dengan jihad dan radikalisme. "Reedukasi dilaksanakan, yakni membingkai ulang soal jihad. Sebenarnya arti jihad itu bagus, tetapi teroris itu haram," kata Irfan saat acara Polemik Sindo Radio, Cikini, Jakarta Pusat (8/9/2012).  Jihad sendiri, katanya, memiliki banyak arti seperti berjihad dengan menggunakan pemikiran. "Jadi tidak semua jihad itu berarti pengerusakan," ujarnya.
Dirinya kembali menegaskan perlu diadakan pendidikan yang mendasar terkait apa arti dari jihad dan radikalisme, serta apa arti terorisme sehingga masyarakat tidak lagi mengaitkan istilah tersebut sebagai salah satu bentuk terorisme. "Aksi terorisme yang selama ini terjadi janganlah dikait-kaitkan dengan jihad dan radikalisme. Arti Jihad dan radikal itu berbeda, radikal itu tidak selamanya negatif. Dalam Islam, kita harus radikal dalam menjalankan lima rukunnya," tegasnya.

2.5  Islam Agama Perdamaian
Sebagaimana firman Allah SWT :
!$tBur š»oYù=yör& žwÎ) ZptHôqy šúüÏJn=»yèù=Ïj9 ÇÊÉÐÈ  
“ dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” ( Q.S. Alanbiyaa:107).
Ayat di atas menunjukan bahwa Islam merupakan agama yang paripurna, dan merupakan ajaran yang menganjurkan pemeluknya melakukan perdamaian dan kerukunan. Islam tidak pernah mengizinkan seseorang untuk memerangi siapa pun yang tidak bersalah. Bahkan dalam konsep Islam, eksistensi sebuah agama / aliran kepercayaan harus dihormati meski bukan untuk dibenarkan.
Tetapi tanpa harus mengobral aqidah dengan mengatakan bahwa semua agama itu sama atau semua agama itu benar. Sejarah telah membuktikan kepada kita bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang mampu menghimpun semua pemeluk agama dalam sebuah masyarakat yang rukun, toleran dan hidup berdampingan dengan damai. Semua itu selama para pemeluk agama itu tidak melancarkan serangan dan permusuhan dengan umat Islam.
Namun dalam kondisi dimana umat Islam diperangi, maka Islam pun mengenal peperangan melawan kebatilan dengan melakukan kontak senjata. Dengan catatan bahwa peperangan dalam Islam adalah satu-satunya jenis peperangan yang paling beradab yang ada di muka bumi. Kalau pun harus terjadi kontak senjata melawan orang kafir, maka harus jelas dulu perjanjian dan syarat-syarat yang diajukan. Selain itu jauh sebelum perang diizinkan, harus ada dakwah kepada mereka terlebih dahulu, baik dengan lisan mapun tulisan. Sehingga tidak terjadi perang sebelum mereka tahu persis apa itu Islam dan tahu bahwa agama mereka itu salah. Kalau pun mereka mengangkat senjata, mereka lakukan bukan karena tidak tahu apa itu Islam, tapi karena gengsi dan takabbur saja, sementara dalam hati mereka tidak bisa menolak kebenaran Islam.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari semua keterangan diatas kami dapat menyimpulkan bahwa;
1. Jihad adalah berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syariat Islam. Jihad dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan agama Allah atau menjaga agama tetap tegak, dengan cara-cara yang sesuai dengan Al-Quran Serta garis perjuangan para Rasul.
2.   Sedangkan Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Terorisme tidak bisa dikategorikan sebagai Jihad, Jihad dalam bentuk perang harus jelas pihak-pihak mana saja yang terlibat dalam peperangan, Alasan perang tersebut terutama dipicu oleh kezaliman kaum Quraisy yang melanggar hak hidup kaum Muslimin
3.   Islam selalu mengajak orang kepada perdamaian dan kerukunan. Islam tidak pernah sama sekali mengizinkan seseorang untuk memerangi siapa pun yang tidak bersalah. Namun dalam kondisi dimana umat Islam diperangi, maka Islam pun mengenal peperangan melawan kebatilan dengan melakukan kontak senjata, dengan syarat harus ada dakwah kepada mereka terlebih dahulu, baik dengan lisan mapun tulisan. menurut  kami, tidak dibenarkan bahkan tidak didukung dengan satu suratpun jika seseorang melakukan aksi bom bunuh diri dengan dalih JIHAD.

3.2 Saran
Setelah kita mengetahui perbedaan antara jihad dalam islam dengan terorisme
diharapkan kita mampu untuk:
1.         merealisasikan arti jihad yang sebernanya dan tidak terpengaruh dengan
      aliran-aliran radikal yang mengatas namakan islam.
2.         Mengerti akan pentingnya jihad untuk menegakan eksistensi islam.

Sebagai manusia biasa tentunya banyak kekurangan didalam makalah ini maka dari itu kritik dan saran konstruktif dari dosen pembimbing dan para pembaca kami sangat mengharapkan, agar menjadi bahan motivasi dan perbaikan diasa yang akan datang. Kamu ucapkan terima kasih kepaa semua pihak yangturut mendukung dalam penyusunan mkalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan khususnya bagi penulis.











DAFTAR PUSTAKA

-          Islam Basics: About Islam and American Muslim, Council on American-Islamic Relations (CAIR), Copyright © 2007.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

SIMKAH

Jadwal Sholat

Denah Lokasi

Translate

 
Support : Creating Website | KUA SERPONG | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2016. irfan_reyet - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website